Turin – Banyak pelatih memiliki latar belakang sebagai seorang pemain sukses diklub mereka masing-masing, berikut adalah nama beberapa pelatih ex klub Juventus yang saat ini sedang menikmati pekerjaan mereka sebagai pelatih, ada nama Zinedine Zidane, Antonio Conte, Filippo Inzaghi, Ciro Ferrara yang kesemuanya adalah kebetulan berasal dari satu era keemasan bersama di Turin diera 2001.
Ketika itu diera musim kompetisi 2000-01 Juventus terpuruk dan gagal dibeberapa ajang kompetisi yang mereka jalankan, mereka gagal raih scudetto dari As Roma dipersaingan Serie A kemudian mereka juga gagal dikejuaraan Coppa Italia ketika gagal dibabak 16 besar, lantas mereka juga kandas difase penyisihan group Liga Champions.
Pelatih yang saat itu menangani La Vecchia Signora adalah Carlo Ancelotti, yang hingga kini masih terus berkiprah didunia kepelatihan dan terus berprestasi memimpin klub-klub raksasa (saat ini melatih Bayern Munchen), uniknya saat ini sang ‘Guru’ siap-siap untuk beradu strategi dengan para ‘Murid’ yang kini juga dimusim bersamaan mengemban tugas serupa.
Nama-nama lulusan atau alumni The Old Ladys diera 2000-01 yang saat ini terdata sudah duduk dikursi pelatih dari yang sukses hingga gagal antara lain adalah :
Zinedine Zidane : Salah satu pemain berkelas dunia milik Juventus asal Francis ini baru terlihat berkecimpung didunia peracik strategi, namun tidak tanggung dirinya langsung bersentuhan dengan satu dari klub raksasa La Liga Real Madrid, merintis karier pelatih dengan menunggangi Castilla dia sudah antarkan ‘Madrid Junior’ raih trophy Liga Champions ditahun 2016.
Kini dimusim pertamanya membesut El Real dimusim 2016-17 dia sudah membawa pulang 2 trophy sebagai hiasan prestasi kariernya, satu tropy Super Eropa dan satu lagi Piala Dunia antar club sudah mengisi lemari piala di Santiago Bernabeu Stadium, saat ini mereka juga sudah berada dipuncak klasemen La Liga dan masuk babak perempatfinal Liga Champions dan siap menghadapi ujian dari Bayern Munchen (Carlo Ancelotti).
Antonio Conte : Sukses membawa Juventus trus raih scudetto berantai kala memimpin, mantan gelandang Juventus yang selalu penuh emosional ketika bermain dulu tak berubah karakter ketika mengemban tugas sebagai pelatih sekarang ini, memulai karier sebagai arsitek lapangan pertandingan Conte berhasil membawa Bari naik kasta kepersaingan Serie A sebelum dia melanjutkan 3 scudetto untuk Juventus.
Menarik perhatian dirinya kemudian ditawarkan pekerjaan untuk melatih timnas Gli Azzurri sebelum kemudian dia berlabuh dan merapatkan kapal ke Stamford Bridge dimana dia kembali perlihatkan sukses, didebut musim bersama Chelsea pria kelahiran Lecce ini mampu memuncaki klasemen sementara Premier League dan siap raih juara.
Filippo Inzaghi : sukses sebagai striker dizamannya dahulu Inzaghi terkenal dengan sebutan ‘manusia karet’ akibat seringnya melakukan aksi tersentuh sedikit jatuh, ‘Raja Diving’ adalah nama keduanya Filippo Inzaghi saat sebagai penyerang dahulu, namun dikariernya saat ini sebagai pelatih Inzaghi tidak secemerlang rekan-rekannya.
Memulai karier Pipo melatih tim juniornya Ac Milan usai menyatakan diri pensiun dari kariernya sebagai pemain, tak lama dirinya kemudian dipercaya untuk memimpin tim inti Rossoneri (2014-15) namun hasil kerja pas-pasan tak membuatnya bertahan lama di San Siro, masuki musim kompetisi 2016-17 saat ini dirinya melatih tim kasta ketiga di liga Italia Venezia.
Gianluca Zambrotta : Ketika berstatus sebagai pemain Zambrotta mencicipi banyak pengalaman diliga negara-negara tetangga Italia, dia pernah perkuat Barcelona, Ac Milan, tidak terlalu mulus perjalanan kariernya didunia pelatih sebagaimana rekan-rekannya dirinya harus jalankan tugas bersama klub asal asia, klub Dynamos adalah tempatnya melatih di liga New Delhi India.
Edgar Davids : Gelandang bertahan Si Nyonya Tua yang sukses luar biasa sebagai pemain dahulu juga kurang beruntung ketika memasuki dunia kepelatihan, sebagai salah satu pemain yang disegani dahulu pria kelahiran Suriname 44 tahun silam ini gagal sukses ketika mencoba bersama klub Barnet, memimpin untuk 2 musim kompetisi (2012-14) klub asal kota London Utara yang berlaga diliga kasta kedua Barclay’s Davids kemudian mengundurkan diri hingga saat ini.
Paolo Montero : Bek Juventus asal Uruguay yang paling sangar diposisinya dahulu juga selalu dipanggil perkuat timnas Uruguay dimasanya, ketika berhenti bermain dirinya lantas menjajal kemampuan untuk melatih dimulai dari tim junior Penarol diliga Uruguay (2014), kemudian dimusim 2016 dia sudah mulai menangani klub inti Boca Unidos yang lalu berpindah ke klub Rosario Central semenjak awal 2017.
Ciro Ferrara : Mantan center bek Napoli dan Juventus ini awali karier didunia pelatih sebagai asisten squad Gli Azzurri kala jalankan pesta Piala Dunia 2006 silam, kemudian menjadi pelatih pengganti di Juventus saat Claudio Ranieri dipecat (2009), hanya jalankan 30 pertandingan sebelum kemudian dipecat perjalanan Ferrara berlanjut dengan melatih timnas Gli Azzurri U-21 kemudian Sampdoria (2012), saat ini Ciro Ferrara melatih klub Wuhan Zall diliga utama China.
Juan Esnaider : Banyak klub pernah disinggahi striker asal Spanyol ini ketika menjadi pesepakbola professional dahulu, dia pernah menjadi bagian dari Real dan Atletico Madrid, Porto, River Plate, Espanyol dan Juventus, ditunjuk untuk melatih Getafe diawal musim 2016-17 Esnaider hanya bertahan 6 bulan melatih sebelum kemudian dipecat karena hasil yang tidak memuaskan.
Athirson : Bek sayap kelahiran Rio de Janeiro Brazil ini mulai melatih klub Sao Cristovao ditahun 2015 sebelum kemudian berpindah untuk melatih klub Esporte Clube Flamengo ditahun berikutnya, tidak ada yang special selama menjalankan tugas barunya usai dirinya pensiun dari posisi sebagai pemain professional
Marco Zanchi : sebagai salah satu pemain yang tidak terlalu gemilang Zanchi yang juga jebolan squad Juventus era 2001 memulai karier sebagai asisten pelatih untuk Vicenza dimusim 2012, kemudian dirinya kembali menjadi asisten pelatih untuk klub Venezia (2014), saat ini dirinya dipercaya untuk melatih tim junior Venezia walau belum ada prestasi muluk diperlihatkannya.
Michelangelo Rampulla : Kiper Juventus yang ketika mengambil keputusan untuk pensiun bermain terus bertahan di Turin, dia dipercaya untuk menjadi staf khusus melatih kiper ditubuh Juventus sebelum kemudian ditahun 2011 dia mendapatkan pekerjaan baru melatih klub asal Serie D italia Derthona, tak lama dirinya kemudian mendapatkan pekerjaan baru untuk melatih kiper sebagaimana keahliannya diklub asal liga utama China Guangzhou Evergrande.
Gianluca Pessoto : Pemain dengan multi talenta yang diyakini mampu mengisi segala posisi yang ditugaskan kepadanya saat ini menjabat satu posisi penting ditubuh managemen Juventus, diangkat sebagai Direktur khusus olahraga diakademika Juventus sebelumnya ditahun 2009 dia pernah melatih tim junior Primavera Juventus.
Igor Tudor : Sebelum menjadi satu dari alumni Juventus ditahun 2001 Igor memulai kariernya bersama klub Hajduk Split, usai pensiun dari profesi nya sebagai pemain Igor kembali ke markas Hajduk Split namun kali ini sebagai pelatih ketika di tahun 2013, saat ini dirinya melatih salah satu klub raksasa diliga Turki yakni Galatasaray dengan kontrak berdurasi 1,5 musim kompetisi sejak bulan February 2017 baru lewat.
Alessio Tacchinardi : Lulusan Juventus era 2001 lainnya yang akhiri karier sebagai pemain Brescia ditahun 2008 ini sedang melatih klub divisi keempat atau Serie D diliga Italia Pergolettese, satu dari 50 nama yang terukir di Juventus Stadium sebagai pemain legendaris La Vecchia Signora ini belum terlihat sukses didunia barunya saat ini, namanya lebih dikenal ketika berprofesi sebagai pemain dahulu.
No comments:
Post a Comment