Saturday, December 24, 2016

Stefano Pioli sukses mengganti Frank De Boer untuk Inter

Milan – Kompetisi di Serie A sudah hampir mencapai setengah perjalanan dimana 18 pekan pertandingan sudah berlalu, Inter Milan saat ini sudah mulai terlihat membaik dalam penanganan Stefano Pioli yang didatngkan untuk mengganti posisi Frank De Boer, pelatih asal Belanda ini dinilai gagal ketika tak mampu membawa nama Inter Milan melambung ditangga klasemen sementara.

Pada awalnya pihak managemen Inter Milan dinilai terlalu gegabah ketika mereka mendepak mantan pelatih Ajax Amsterdam itu, terlalu dini ketika Frank De Boer yang pernah sukses membawa Ajax Amsterdam Berjaya di Eredivisi liga utama Belanda tersebut dipecat, berada dalam lingkungan baru tentu saja meneer Belanda ini butuh waktu untuk penyesuaian dengan rumput yang masih asing baginya.

Namun ketika pergantian ini membuahkan hasil positive langkah mendatangkan Stefano Pioli pun menuai pujian, didatangkan ke Giuseppe Meazza pada tanggal 8 November 2016 dengan masa kontrak satu setengah musim kompetisi jelang akhir musim 2017-18, mantan pelatih Lazio ini sudah memperlihatkan perubahan squad yang signifikan dan mengembalikan nama Inter Milan kedalam jajaran pesaing scudetto dimusim ini.

Kemenangan atas mantan klub yang diasuhnya Lazio tadi malam 22 december 2016 dengan total 3 goal tak berbalas Pioli sudah persembahkan 3 kali kemenangan beruntun tanpa kebobolan untuk klub yang baru diasuhnya itu, sebagai kapten kesebelasan sekaligus striker utama Mauro Icardi harapkan perkembangan ini sebagai titik awal Nerazzurri untuk kembali kejalur kejuaraan sebagaimana mereka perjuangkan selama ini.

“Musim lalu kami membuat banyak kesalahan terutama usai jeda pergantian tahun baru, semoga kami tidak mengulang kesalahan yang sama dan kami belajar dari pengalaman itu, kami sudah memulai langkah yang tepat saat ini dan saya harap kami akan terus bangkit mengejar ketertinggalan dan siap untuk merebut scudetto dimusim ini” ucap anak Argentina itu.

Dibawah penanganan Frank De Boer Inter Milan sebetulnya tidak terlalu buruk ketika pria berusia 46 tahun ini pada awalnya menempatkan Mauro Icardi dan Ivan Perisic sebagai penyelesai akhir, sementara Marcelo Brozovic berserta Antonio Candreva dijadikan dua sosok pendukung yang ditugaskan untuk member umpan silang ataupun langsung.

Mauro Icardi dalam menjalankan 15 laga pertandingan dibawah pengaruh Frank De Boer menghasilkan 8 goal, demikian juga Ivan Perisic berhasil membuat 4 goal dengan beberapa assist tercipta dikala itu, namun gerakan yang diciptakan mantan pelatih Ajax tersebut terlalu gampang dibaca oleh lawan yang pada akhirnya membuat keadaan sulit kala tim yang berhadapan menemukan jalan antisipasi, kakunya pergerakan ini yang dinilai menjadi titik awal kegagalan Frank De Boer.

Datang sebagai pengganti Stefano Pioli berhasil membaca situasi dan memperbaiki sisi kekurangan Frank De Boer, Marcelo Brozovic dan Antonio Candreva diberi peran lebih keduanya tidak lagi diberi peran sebagai ‘pengantar bola’ tetapi lebih diberi peran sebagai second striker, tugas mereka sebelumnya diberikan kepada bek winger yang diberi keleluasaan ikut membangun serangan.

Sejak pergantian pucuk pelatih tercatat 8 pertandingan sudah dilalui Candreva dan Brozovic dengan hasilkan 4 goal sedang Mauro Icardi tak kalah menakutkan dengan sumbangan 5 goal, Stefano Pioli dinilai berhasil membebaskan belenggu yang selama ini mengekang langkah Inter Milan dalam persaingan menuju kepuncak klasemen di persaingan Serie A.

Satu sosok yang masih dirasa kurang berkembang dibawah komando Pioli adalah Ivan Perisic, winger asal Croatia ini terlihat kurang berkembang dengan skema yang dibangun Pioli dimana sejauh ini hanya mampu persembahkan 1 goal saja, namun mantan pelatih Lazio ini tak risau dengan keadaan Perisic dan dia yakin pemain sayap berusia 29 tahun ini akan bersinar seiring waktu berlalu.

“Dia Ivan Perisic memiliki talenta luar biasa, saya tidak kuatir dengan keadannya saat ini dia butuh waktu untuk mengembangkan kemampuannya, saya yakin dia akan memperlihatkan perform apik karena dia memiliki potensi untuk itu dan saya tidak meragukannya, saya menanti persembahan terbaiknya untuk tim ini” kata boss baru Nerazzurri Stefano Pioli.

Satu hal menyolok yang dinilai merupakan hasil eksperimen Stefano Pioli terhadap tim yang baru diasuhnya ini adalah keberaniannya untuk menguji barisan belakang dengan mempercayakan kepada 3 panggawa belakang, mungkin terinspirasi dari Antonio Conte dia mencoba formasi baru ini dan ternyata tidak ada kendala berarti didapat.

Namun tentu saja Stefano Pioli tidak akan menggantungkan posisi trio saja dilini belakang, dia juga menyiapkan barisan dengan 4 pemain belakang sebagaimana dibutuhkan ketika menghadapi lawan yang lebih tangguh, sebagaimana diperlihatkan Pioli ketika mengawal Inter Milan menang atas Lazio dengan 3 goal tanpa balasan tadi malam.

Dari hasil pertandingan terlihat Inter Milan sukses mempertahankan catatan tak kebobolan di 3 laga terakhir terlepas dari eksperimen trio atau kwartet lini belakang yang dipasang Pioli dalam menjalankan pertandingan, agresifnya para striker dan gelandang Nerazzurri diwilayah bertahan lawan membuat tugas para pemain belakang menjadi lebih ringan, mungkin itulah kunci sukses Stefano Pioli dalam mengawal tim barunya.

Jalan Inter Milan dalam upaya untuk kembali kepersaingan dikancah Eropa semakin terbuka lebar jika Pioli dapat terus menjaga keseimbangan kerja tim yang sudah dibangun sejauh ini, ambisi untuk berlaga dipanggung Eropa sudah lama dirindukan para petinggi di Giuseppe Meazza, masih ada setengah perjalanan jelang berakhirnya masa kompetisi musim 2016-17 Serie A dan Stefano Pioli masih diuji kemampuannya.

 

 



Agen Bola Terpercaya

No comments:

Post a Comment