Friday, January 6, 2017

Mauricio Pochettino menunjukkan kelasnya kalahkan Chelsea

Spurs – Pekan pertandingan ke 20 sudah berlalu Leicester City sang juara bertahan musim lalu masih bergelut dengan permasalahan mereka untuk bangkit, bermain dikandang Middlesbrough mereka harus puas dengan membawa 1 point pulang hasil pertandingan imbang tanpa goal, begitu juga dengan Liverpool yang ditahan imbang Sunderland di Stadium of light dengan score 2-2.

Manchester City berhasil menang atas Burnley dengan score 2-1 begitu juga tetangga mereka Manchester United berhasil ungguli West Ham United dalam laga kunjungan ke Boleyn Ground, sedangkan Arsenal yang berkunjung kemarkas Bournemouth harus bersusah payah untuk menetralkan keadaan, kebobolan 3 goal dari Charlie Daniels (16’) Callum Wilson (pen 21’) Ryan Fraser (58’) para pemain The Gunner pada akhirnya berhasil membalas melalui goal dari Alexis Sanchez (70’) Lucas (75’) dan Oliver Giroud (injury time).

Partai paling menarik dan menyedot perhatian adalah pertandingan bigmatch antara Tottenham Hotspur vs Chelsea, dikandang Spurs segala impian Antonio Conte dan armadanya untuk pertahankan rantai kemenangan terputus, 2 goal membobol gawang Thibaut Courtois masing-masing dimenit ke 45 & 54 dimana kedua goal tersebut dicetak oleh Bamidele Alli.

Hadapi Chelsea pelatih asal Argentina Mauricio Pochettino menyiapkan formasi 3-4-2-1 yang mana terlihat kalau Pochettino tidak ingin memberi peluang kepada para pemain depan The  Blues untuk bergerak leluasa, dan dalam pertandingan ini Antonio Conte memasang squad 3-4-3 sebagaimana kebiasaannya, sama-sama memasang 3 pemain belakang keduanya memiliki perbedaan dalam hal membangun serangan, jika Chelsea terlihat lebih santai maka Spurs selaku tuan rumah bermain lebih agresif.

Dengan squad full team keduanya menampilkan pemain terbaik dalam laga ini, walau bermain dengan 3 bek Spurs mampu menampilkan permainan apik dan tak memberikan peluang kepada para penyerang lawan untuk bergerak bebas,  total pressing football yang ditunjukkan dimana pemain diposisi gelandang diberi peran lebih untuk membantu kelancaran bola menuju kegaris depan kemudian ikut turun bertahan kala serangan balik berlaku.

Danny Rose, Kyle Walker sebagai gelandang sayap berperan aktif dan selalu dapat membantu kala bertahan ataupun menyerang dibantu Bamidelle Alli dan Christian Eriksen inilah kelebihan dan rahasia sukses taktik Pochettino, rajin menjemput bola itu adalah taktik berikutnya yang mengantarkan Spurs mengungguli taktik permainan yang diterapkan mantan pelatih Juventus pada laga dini hari tadi 5 january 2017.

N’Gola Kante juga Nemanja Matic dibuat tak berkutik oleh permainan pressing yang diterapkan, setiap kali menguasai bola mereka langsung dipepet oleh para pemain Spurs yang tak membiarkan mereka berlama-lama menguasai bola dan mengukur tembakan untuk mengirim umpan kerekan lainnya, praktis dengan taktik begini para pemain Chelsea yang lebih mengandalkan permainan individu mati kutu tak berkutik dan sering kehilangan bola.

‘Diganggu’ dengan cara begini permainan yang direncanakan Antonio Conte menjadi terganggu, sebagaimana biasanya Chelsea selalu sangat tergantung dengan dua pemain sayapnya dalam upaya membobol gawang lawan, namun pergerakan keduanya dalam laga ini berhasil dilumpuhkan.

Harry Kane yang pastinya dijadikan target pengawalan ketat bermain cerdas dan tidak egois, sebagai pemain kunci didepan tak terlihat dia melakukan upaya shooting kegawang lawan sepanjang pertandingan, selain mengganggu konsentrasi ketiga bek Chelse dirinya lebih banyak membuat operan-operan dan membiarkan Bamidele Alli menggantikan posisinya dan 2 goal pun dilahirkannya untuk memenangkan Spurs dan menghentikan mimpi Chelsea pertahankan record tak terkalahkan.

Sukses The Blues dalam 13 laga terakhir yang mana terkenal dengan strategi serangan balik cepat tak bisa berkerja dengan baik ketika dihadapkan dengan gaya permainan full pressure yang ditawarkan Mauricio Pochettino, banyak umpan-umpan lambung jauh mematikan yang langsung mengarah ke wilayah kotak penalty lawan terlahirkan, 2 goal dari Alli terjadi berawal dari operan serupa.

Hasil pertandingan ini seakan membawa pesan special dari pelatih asal Argentina Pochettino kepada para rivalnya agar tidak menganggap remeh mereka, bahkan strategi luarbiasa dari seorang pelatih sekelas Antonio Conte yang sudah merajut 13 kemenangan tak putus tak berkutik dan mampu dipatahkannya dengan mudah olehnya.

 



Agen Bola Terpercaya

No comments:

Post a Comment