Bertambah lagi satu wajah baru dalam barisan La Vecchia Signora winger Dinamo Zagreb dengan catatan perjalanan karier yang cukup menjanjikan Marko Pjaca, tak hanya Juventus satu-satunya klub yang berminat kepadanya tapi dirinya memutuskan untuk memilih dan bergabung dengan klub terbaik di kompetisi Serie A itu.
Beroperasi diposisi kiri sebagai lapisan penyerang kedua pria kelahiran kota Zagreb Croatia 21 tahun silam ini didatangkan ke Turin dengan kucuran dana sebesar € 23 juta dan terikat kontrak kerja selama lima musim kompetisi, Pjaca tertarik dan memilih Juventus tak lain karena record bagus klub sepanjang sejarah dan terutama karena adanya Liga Champions untuk dilakoni.
Dalam proses Juventus bersaing dengan Ac Milan, kabarnya Adriano Galliani selaku wakil Presiden klub langsung bergerak sendiri untuk terbang ke Zagreb guna melakukan pembicaraan dengan klub terkait dan Marko Pjaca langsung untuk menjajaki kemungkinan transfer dan sekaligus menyelesaikan segala financial terkait transfer Pjaca, namun pembicaraan tak berjalan lancar dan Galliani harus pulang dengan tangan hampa.
Terlibat dalam squad timnas Croatia dipesta Piala Eropa 2016 baru lewat tak lama winger Dinamo Zagreb ini menjadi pembeda dan banyak menuai perhatian dalam kompetisi, awali karier senior bersama klub Lokomotiva *2012-14 winger berpostur tubuh 1,86m ini kemudian ditebus Dinama Zagreb klubnya bermain selama 2 musim kompetisi *2014-16, tercatat selama merapat ke Zagreb dirinya mengoleksi 30 goal.
Sedangkan di karier International dirinya sudah dipanggil memperkuat timnas semenjak U-17, 18, 19, 20, 21 hingga kini menjadi pembeda dalam timnas inti Croatia, diusianya kini yang baru 21 tahun Marko Pjaca diperkirakan akan sukses berada dibawah panji The Old Lady’s, apalagi ada nama duo Argentina ‘Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala’ yang bakal menjadi teman kolaborasinya.
Marko Pjaca masih memiliki perjalanan karier yang panjang, sebagai salah satu anak Croatia terbaik dia memiliki banyak kesempatan untuk membuktikan kepada Juventus kalau dirinya layak dibanderol dengan harga yang cukup tinggi tersebut, tantangan tidak mudah ketika dia harus berlomba didalam intern barisan Allegri untuk mendapat simpatik dan kepercayaan dari sang peracik strategi sebelum melangkah lebih jauh.
“Seru sih tantangan ini, ini adalah alasan kedua ketika ditanya kenapa harus Juventus dan bukan Ac Milan, Juventus adalah sang juara abadi di Serie A dan disisi lain Juventus memiliki segudang pemain ternama didalamnya, tentu saja akan sangat menggairahkan dapat bermain dalam satu tim bersama mereka, tantangan serius bagi sayauntuk dapat meneruskan tradisi klub memenangkan banyak trophy” tutur pria kelahiran 6 mei 1995 itu.
No comments:
Post a Comment