Monday, February 6, 2017

Cameroon juarai Piala Afrika 2017 kalahkan Mesir difinal

Gabon – Piala Afrika 2017 pada akhirnya memunculkan nama Cameroon sebagai juara setelah dipartai final mereka menumbangkan Mesir, di Stade de l’Amitie arena di Libreville pertandingan puncak ini berlangsung dini hari tadi 6 february 2017, menang tipis 2-1 membuat ‘Si Singa Perkasa’ berhasil menambah prestasi mereka diajang persaingan paling bergengsi di benua Afrika tersebut.

Ini adalah kali kelima bagi ‘The Indomitable Lions’ menjadi raja dibenua Afrika setelah terakhir sekali mereka memenangkan trophy kejuaraan ini ditahun 2002 lalu, penantian satu setengah decade yang cukup panjang untuk Cameroon kembali menjadi tim yang disegani setelah sebelumnya mereka diajang Piala Dunia 2014 lalu jalankan kompetisi buruk tanpa sekalipun menang dan hanya mencetak 1 goal sepanjang babak penyisihan group.

Layaknya negara miskin Cameroon yang sebetulnya memiliki banyak talenta pesepakbola berkelas tidak dapat berkembang dengan baik, ini semua tak lain karena banyak kasus dibadan assosiasi  yang membawahi bidang olahraga kulit bundar tersebut, korupsi sepertinya sudah menjadi nama lain dari timnas Cameroon selain itu sulitnya ekonomi juga merupakan faktor penghambat lainnya.

Ikut meramaikan pesta Piala Dunia 2014 Cameroon ketika itu masih dibawahi pelatih Volker Finke, tak berkutik dan tersingkir di fase penyisihan group timnas Cameroon juga tersandung kasus dugaan pengaturan score yang melibatkan 7 pemain inti mereka.

Cameroon pun kemudian berbenah, usai kegagalan di pentas Dunia manager Volker Finke kemudian diganti Alexandre Belinga (2015-16), terhitung bulan February 2016 tepat satu tahun silam kembali diadakan perombakan struktur kepelatihan timnas Cameroon dimana Hugo Broos  pelatih berdarah Belgia didatangkan.

Membangun squad Hugo Broos benar-benar membongkar habis armada warisan dari para pelatih terdahulu, tak segan banyak pemain yang merupakan tulang punggung squad yang sudah memiliki pengalaman digantinya, pelatih yang sudah berusia 64 tahun ini kemudian mulai membentuk pasukan dengan memasukkan tenaga-tenaga muda untuk diandalkan tanpa memperdulikan latar belakang nama besar.

“Saat pertama saya datang ke Cameroon saya langsung menginspeksi armada yang ada saat itu, dan saya melihat tim ini hanya berisikan armada yang sudah usang tak bersemangat tanpa visi dan misi terarah, saya tau langkah pertama yang harus saya lakukan adalah membongkar seisi armada ini dan mengganti dengan darah-darah baru” tutur Broos.

Akibatnya pelatih kelahiran kota Humbeek Belgia inipun harus berhadapan dengan media yang banyak mengkritik kebijakan yang diambilnya terkait pemberhentian banyak pemain-pemain lama yang sudah memiliki banyak pengalaman, tak tanggung pemain lama yang ikut dibawa serta keajang Piala Afrika kali inipun hanya tersisa empat orang saja yakni Benjamin Moukandjo, Edgar Salli, Nicolas Nkoulou dan Vincent Aboubakar.

“Saya mulai berkerja dengan menanamkan kepada semua armada saya kalau mereka dipanggil mengisi squad timnas bukan hanya sekedar kewajiban untuk bermain saja, tapi lebih dari itu dimana mereka dituntut untuk memenangkan setiap pertandingan dan itu menjadi motivasi terhebat yang bisa kita lihat hasilnya saat ini” jelas pelatih sukses Cameroon itu.

Awal langkah yang sangat baik bagi Hugo Broos dan pasukannya ketika mereka berhasil menyingkirkan Mesir sijuara 7 kali Piala Afrika dan membawa pulan trophy kebanggaan ke Cameroon, namun gelar yang diraih belum sepenuhnya menuntaskan banyak permasalahan didalam tubuh timnas Cameroon, masih banyak tugas-tugas menanti didepan yang harus dibuktikan kembali oleh para ‘Singa muda’ Cameroon untuk menunjukkan kepada dunia keperkasaan mereka.

 



Agen Bola Terpercaya

No comments:

Post a Comment