AGEN BOLA – Athletic Bilbao benar-benar mewujudkan janji mereka menginvasi Camp Nou, markas Barcelona. Pada laga final Copa del Rey 2014/15 kontra Barcelona, Sabtu (30/5), Bilbao memang berstatus sebagai tuan rumah meski duel dipentaskan di Camp Nou.
Tensi pertandingan sudah tinggi meski wasit Carlos Velasco Carballo belum meniupkan peluit tanda sepak mula.
Adu kreativitas suporter kedua tim menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Fan Barca kompak membuat mosaik bertuliskan “Feat Historia” yang bermakna mencetak sejarah.
Di lain sisi, pendukung Bilbao serentak menghimpun formasi guna membentuk mosaik bendera Basque.
Soal atraksi suporter, Bilbao dan Barceiona boleh dikatakan sejajar. Hanya cerita di atas lapangan berbeda dengan fenomena yang terjadi di tribun stadion.
Barcelona lagi-lagi menggugurkan segunung harapan fan Bilbao yang ingin melihat skuat kesayangan mereka mengakhiri paceklik gelar sejak 1984.
Barca meraih gelar Copa del Rey ke-27 mereka usai menaklukkan Bilbao 3-1. Sebelumnya, Barca juga menekuk lawan yang sama di partai puncak COpa del Rey 2009 (4-1) dan 2012 (3-0).
“Menyedihkan bagi saya, sebab Bilbai pantas meraih gelar setelah sekian lama. Namun, dalam beberapa tahun terakhir mereka harus bertanding melawan Barccelona dan sulit untuk menghadapi tim seperti kami,” kata Luis Enrique.
Enrique tak bermaksud besar kepala. Level skuat asuhannya memang jauh berada di atas Bilbao. Hal itu langsung terlihat begitu Lionel Messi mengantar Barca unggul 1-0 pada menit ke-20.
Gol Messi tersebut barangkali membuat pemain Bilbao sadar bahwa mereka tengah berhadapan dengan tim dari galaksi lain.
Liukan lincah Messi membuat tiga pemain Bilbao, Mikel Balenziaga, Benat Etxebarria, dan Mikel Rico kelimpungan.
Usai lolos dari penjagaan trio pemain Bilbao, Messi melakukan tusukan ke dalam dan mengecoh Anymeric Laporte. Gerakan cantik itu diakhir dengan sepakan kencang ke arah tiang dekat.
Laju bola tak bisa dihentikan lago Herrerin yang malam itu mengenakan sarung tangan spesial bertuliskan nama-nama penjaga gawang Bilbao yang pernah mentas di final Copa del Rey.
“Apa yang dilakukan Leo menunjukkan kapasitasnya dan kami terbiasa melihatnya. Ia melakukan hal yang lebih sulit saat latihan. Saya tak sabar untuk menyaksikan gol itu di rumah,” kata Enrique.
Gol kedua Barca tak kalah cantik dengan melibatkan sentuhan berantai antara Ivan Rakitic-Messi-Rakitic-Luis Suarez-Neymar.
Messi lantas memantapkan keunggulan Barca via sontekan jarak dekat, memanfaatkan operan silang Dani Alves. Rekor pun tercipta. Secara kolektif trio MNS (Messi-Neymar-Suarez) musim ini telah menggelontorkan 120 gol di semua ajang.
Mereka resmi menahbiskan diri sebagai trisula terbaik klub La Liga. Koleksi gol trio MNS unggul dua biji dari Cristiano Ronaldo-Karim Benzema- Gonzalo Higuain (2011/12).
Pada fase akhir laga, saat Barca unggul 3-1, Neymar tampak ingin kembali menegaskan soal superioritas Barca. Ia mencoba melewati kawalan pemain Bilbao dengan gerakan “lambretta” (melambungkan bola dengan tumit).
Merasa dipermalukan, penggawa Bilbao naik pitam dan mengerubingi Neymar. “Mereka boleh marah, tetapi inilah gaya saya dan saya telah bermain seperti ini selama bertahun-tahun. Saya tak akan mengubah gaya main karena apa yang orang lain pikirkan,” tutur Neymar.
No comments:
Post a Comment