Manchester – Memulai kariernya bersama klub Genk di Liga domestic Belgia *2008-12 Kevin De Bruyne akhirnya dipinang untuk merumput di Premier League, adalah Chelsea yang tertarik menghadirkannya di premiership ketika itu dengan mengelontorkan dana sebesar £ 7 juta dengan keterikatan lima setengah musim kompetisi bersama The Blues.
Namun gelandang serang asal Belgia yang ketika itu baru berusia 21 tahun tidak terlalu dianggap dan hanya menjalankan 3 pertandingan saja dibawah jersey Si Biru tanpa hasilkan goal, kemudian diapun lebih banyak menghabiskan masanya sebagai pemain pinjaman dan merumput di Bundesliga bersama klub Werder Bremen dimusim pertama *2012-13 dengan total menjalankan 33 pertandingan dan hasilkan 10 goal disana.
Sekembali dari masa peminjaman ke Stamford Bridge De Bruyne sama sekali tidak masuk kedalam proyek yang dibangun Jose Mourinho ketika itu dan dia kemudian masuk dalam daftar ‘bersih-bersih’ Mourinho dan membuangnya ke transfermarket jelang musim 2014-15, para pencari bakat di Volkswagen Arena tak membuang kesempatan dan segera merekrutnya dengan menghabiskan £ 18 juta, perform sukses De Bruyne bersama Werder Bremen menjadi penyebab utama transaksi ini terjadi.
Dibawah bendera Wolfburg selama satu setengah musim semenjak 2014 anak Belgia ini membalas ketidak percayaan Mourinho dengan berkarier manis di Bundesliga menghasilkan 10 goal berikut 20 assist dalam 34 pertandingan yang dijalankannya disana, hingga saat ini ketika dia telah diangkut kembali ke Premiership oleh Manchester City dia masih belum menemukan alasan kenapa Mourinho melepaskannya.
Kevin De Bruyne pun merasa tak perlu memikirkan lagi masalah tercoretnya nama dia dari squad The Blues ketika Manchester City telah membayar semua dengan menebusnya dari tangan Wolfburg, bahkan dengan harga transfer yang termasuk fantastis yakni £ 55 juta untuk ikatan kerjasama sepanjang enam musim kompetisi, memecah harga transfer termahal kedua setelah Angel Di Maria bersama Manchester United ditahun 2014.
Tak sia-sia pihak Manchester City menebusnya dengan harga tinggi karena dia langsung mempertontonkan kelasnya dipanggung sepakbola Inggris, tak butuh waktu lama juga baginya untuk mampu berkolaborasi dengan segenap pemain di Etihad Stadium, baru separuh musim berlalu Kevin De Bruyne sudah menyumbang 5 goal dengan 8 assist dalam 15 penampilannya dibawah panji Manchester City.
“Sayapun tidak menyangka kalau saya akan cepat bisa beradaptasi dengan keadaan di Etihad dan rumput Inggris, memang nama saya pernah tercantum di premiership tetapi saya baru pernah menjajal panggung EPL untuk beberapa penampilan saja, kesempatan bermain yang tersedia karena banyaknya pemain yang dilanda cedera sangat membantu proses adaptasi saya disini” tutur winger Belgia ini.
Kevin De Bruyne memang tipikal pemain yang gampang berkerja sama dan cepat larut dalam permainan dimanapun dia ditempatkan, dari hasil assist yang dihasilkannya dapat dibaca kalau dirinya tidak pelit dan tidak egois ketika menguasai bola didepan gawang, jarangnya bermain di Chelsea membuatnya tak bisa membandingkan perbedaan antara Citizen dengan The Blues yang pernah dibelanya ketika awal berita menanyakannya.
“Jika dipertanyakan perbedaan squad saat ini dengan The Blues dimana saya pernah menjadi bagiannya saya tidak dapat menjawab dengan pasti, karena saya sangat sedikit bermain disana akan tetapi satu yang saya bisa rasakan mungkin kekompakan” komen De Bruyne.
No comments:
Post a Comment