Turin – Nama Pavel Nedved sudah tidak asing lagi ditelinga para penikmat sepakbola diseluruh dunia, sebagai pemain berposisi gelandang serang Pavel Nedved sudah memulai kariernya semenjak tahun 1991 bersama Dukla Prague salah satu klub di liga domestic Ceko, ketajamannya membawa kariernya kemudian mengalir hingga ke negara Pizza Italia, dia pernah bermain untuk Lazio (1996-01) kemudian dia mengakhiri masa kariernya di Turin bersama Juventus (2001-09).
Beberapa penghargaan pernah diraihnya kala berprofessi sebagai pemain professional diantaranya Ballon d’Or ketika ditahun 2003, kemudian dia juga pernah menerima penghargaan Golden Foot pada tahun 2004, kemudian dia pernah juga 4 kali dinobatkan sebagai pemain Ceko terbaik dan juga mendapatkan anugerah penghargaan Bola Emas sebanyak 6 kali.
Setelah dia mengumumkan untuk mengundurkan diri dari dunia persepakbolaan ditahun 2009 di Turin dimana Jersey Zebra Juventus adalah klub tempat berbakti terakhirnya sebagai pemain bola, diapun mendapat kehormatan dari pihak managemen La Vecchia Signora untuk menjabat sebagai salah satu direktur ketika itu hingga kemudia pada tanggal 23 oktober 2015 beberapa hari silam dia diangkat menjadi wakil Presiden Bianconeri.
Dengan mendapat posisinya saat ini dimana sebagai orang berpengaruh di Turin tentunya Nedved sangat menyukuri keadaannya saat ini, dia mampu berbuat banyak untuk tim yang sangat dicintainya dari belakang layar tanpa harus bersentuhan dengan lapangan pertandingan, hingga ketika awak media bertanya tentang kemungkinan perencanaan kedepan untuk meneruskan karier sebagai pelatih Nedved pun mempunyai jawaban tersendiri.
“Tak pernah terlintas dalam pikiran saya saat ini untuk menekuni bidang kepelatihan, namun saya cukup paham tentang dunia pelatih, dunia dimana segala sesuatu dipertaruhkan dan itu bukanlah pekerjaan main-main, tidak saja butuh taktik dan ide brillian untuk membawa tim asuhan kita lolos sebagai yang terbaik disegala ajang kompetisi, namun diperlukan juga mental yang kuat dalam menghadapi segala sesuatu yang akan terjadi saya rasa itu bukan pekerjaan yang menyenangkan” inilah jawaban Nedved.
Nedved pun kemudian bernostalgia tentang perjalanan hidupnya hingga bisa mendapatkan tempat dijajaran managemen The Old Ladys, dukungan dari Agnelli yang sangat besar terhadapnyalah yang membuat dia bisa menjalankan hari-harinya setelah pensiun dengan nyaman dibelakang meja managemen di Turin.
“Keluarga Agnelli adalah keluarga yang paling berperan dalam suksesnya Juventus, tak kurang sejarah 90 tahun sudah dilalui, saya sangat menikmati posisi saat ini ketika mampu memberikan yang terbaik untuk The Old Ladys walau saya tak lagi terlibat dalam lapangan, 4 scudetto berturut dan terakhir mampu menjadi finalis di Liga Champion adalah pencapaian tertinggi dari klub selama ini” tutup Nedved yang kini sudah berusia 43 tahun itu.
No comments:
Post a Comment